|
Jika anda pernah mengalami Penyakit Batu Ginjal, anda
tidak akan pernah melupakan pengalaman ini, karena
terasa amat menyakitkan. Lebih jauh, Batu Ginjal (renal
lithiasis) merupakan penyakit yang telah diderita
manusia selama ribuan tahun. Peneliti memiliki bukti
bahwa mereka menemukan jejak dari Batu Ginjal pada mumi
(mayat yang diawetkan) yang telah berusia 7.000 tahun.
Saat ini, jutaan orang di dunia menderita penyakit ini setiap tahun
dan angkanya terus bertambah. Resiko anda terkena
Batu Ginjal sepanjang hidup adalah 10 persen,
seperti yang dipublikasikan Mayo Foundation for
Medical Education and Research
Batu Ginjal seringkali muncul di urin, karena
suatu sebab, menjadi bentuk padat. Hal ini
disebabkan mineral dan substansi lain dalam urin
membentuk kristal pada permukaan dalam ginjal. Jika
berkelanjutan, kristal ini terkombinasi membentuk
batu yang keras.
Indikasi
dan gejala
Gejala baru akan timbul jika batu ginjal dalam ukuran besar atau
mulai menyumbat kencing atau terinfeksi. Gejala yang
sering muncul adalah nyeri perut yang berfluktuasi
pada intensitas antara 5 sampai 15 menit. Nyeri ini
biasanya dimulai pada punggung atau pinggang. Saat
batu turun ke kantung kemih, rasa sakit akan
menyebar pada selangkangan. Jika batu berhenti
bergerak, rasa sakit ikut terhenti. Indikasi dan
gejala lain diantaranya:
-
Pada air kencing terdapat pendarahan, keruh atau
berbau busuk
-
Mual dan muntah-muntah
-
Terlalu sering ingin kencing
-
Demam jika telah terjadi infeksi
Penyebab
Ginjal anda terdiri dari dua organ, masing-masing sebesar kepalan
tangan, berlokasi di perut bagian bawah, di kedua
sisi dari tulang belakang. Ginjal adalah bagian dari
sistem komplek dengan fungsi membuang kelebihan
cairan dan substansi yang tak berguna dari darah.
Ada 4 jenis utama dari batu ginjal, masing-masing
cenderung memiliki penyebab berlainan, diantaranya:
-
Batu Kalsium. Sekitar 75 sampai 85 persen dari batu ginjal
adalah batu kalsium. Batu ini biasanya kombinasi
dari kalsium dan oksalat, timbul jika kandungan
zat itu terlalu banyak di dalam urin, selain itu
jumlah berlebihan vitamin D, menyebabkan tubuh
terlalu banyak menyerap kalsium. Obat-obatan
yang mengandung hormon thyroid dan diuretics
(pelancar kencing) dan kanker tententu.
-
Batu Asam Uric.
Batu ini terdiri terbentuk dari asam uric,
produk sampingan dari metabolisme protein. Jika
anda diet ketat pada ikan, menyebabkan kelebihan
jumlah asam uric pada urin, demikian pula jika
anda diharuskan menjalani kemoterapi akan
mengalami hal yang sama.
-
Batu Struvite.
Mayoritas ditemukan pada wanita, batu struvite
biasanya diakibatkan infeksi saluran kencing
kronis, disebabkan bakteri. Batu ini jika
membesar, akan menyebabkan kerusakan serius pada
ginjal.
-
Batu Cystine.
Batu ini mewakili sekitar 1 persen dari batu
ginjal. Ditemukan pada orang dengan kelainan
genetik, sehingga ginjal kelebihan jumlah asam
amino.
Faktor resiko
Beberapa faktor yang meningkatkan resiko anda
terkena batu ginjal antara lain:
-
Keluarga atau riwayat pribadi.
Jika seseorang dalam keluarga mempunyai batu
ginjal, anda ada kemungkinan terkena batu ginjal
pula. Dan jika anda pernah mempunyai satu atau
lebih batu ginjal, resiko terkena juga
meningkat.
-
Usia dan jenis kelamin.
Mayoritas orang yang terkena penyakit batu
ginjal dengan usia antara 20 sampai 40 tahun.
Pria lebih banyak terkena dibandingkan wanita,
walaupun untuk sebab yang belum pasti, saat ini
angka penderita batu ginjal pada wanita
meningkat pesat.
-
Ginjal hanya satu.
Walaupun mayoritas orang memiliki 2 buah ginjal,
satu dari 1.500 bayi terlahir hanya dengan satu
ginjal. Banyak orang hidup normal dengan satu
ginjal, tapi mereka beresiko tinggi terkena batu
ginjal.
-
Pola makan.
Jika kurang makanan yang mengandung sayuran,
buah dan sereal, meningkatkan resiko terkena
penyakit ini.
-
Kekurangan cairan.
Jika anda tidak cukup minum, khususnya air
putih, urin anda akan mengandung konsentrasi
tinggi dari substansi yang dapat membentuk batu.
Juga resiko meningkat jika anda hidup di daerah
panas, beriklim kering, bekerja di lingkungan
dengan suhu panas seperti dapur komersial atau
banyak beraktifitas tapi tidak banyak minum
sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang.
-
Tidak banyak bergerak.
Anda cenderung beresiko tinggi terkena batu
ginjal jika aktifitas sehari-hari hanya
duduk-duduk atau terlalu lama di tempat tidur
karena suatu penyakit. Hal ini dikarenakan
kurangnya aktifitas yang menyebabkan tulang
melepaskan lebih banyak kalsium.
Komplikasi
Jika batu ginjal berada di dalam salah satu ginjal Anda, biasanya
tidak menimbulkan masalah kecuali jika membesar dan
menyumbat aliran kencing. Hal ini penyebab rasa
nyeri dan perut bagian bawah terasa keras seperti
tertekan, disertai kerusakan ginjal, pendarahan dan
infeksi. Batu ginjal dalam ukuran kecil dapat
menyumbat salurang kencing yang terhubung
masing-masing ginjal pada kantung kemih. Kondisi
inilah yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran
kencing dan kerusakan ginjal.
Pencegahan
Dalam banyak kasus anda dapat mencegah pembentukan batu ginjal
dengan minum air putih dalam jumlah cukup dan hidup
dengan pola makan sehat. Jika usaha ini tidak
efektif dan hasil tes urin dan darah menunjukkan
adanya pembentukan batu dan semakin membesar, dokter
akan merekomendasikan tindakan medis tertentu.
Perubahan gaya hidup
Jika anda pernah memiliki batu ginjal, paling tidak anda harus
minum air putih 8 gelas tiap hari, bahkan dianjurkan
lebih karena Indonesia memiliki suhu panas dan
beriklim kering. Walaupun semua cairan yang diminum
dihitung, air putih adalah pilihan terbaik.
Jika anda mempunyai kecenderungan adanya pembentukan batu kalsium,
dokter akan merekomendasikan berpantang makanan yang
mengandung daging, khususnya organ dalam (jeroan)
seperti hati , ayam, ikan laut, asparagus, coklat
dan bayam yang dimasak. Penelitian menunjukkan bahwa
diet yang menghindari garam dan daging binatang,
akan mengurangi resiko timbulnya batu ginjal.
(Reporter: Catur Meiwanto detikHealth - Jakarta).
|